325152155 510557294470990 5795361766753696315 n | RESIDENSI SENIMAN: HOW DO WE UNDERSTAND EACH OTHER?

RESIDENSI SENIMAN: HOW DO WE UNDERSTAND EACH OTHER?

HOW DO WE UNDERSTAND EACH OTHER?
Bagaimana Kami Saling Memahami Satu Sama Lain

IMG 2564 | RESIDENSI SENIMAN: HOW DO WE UNDERSTAND EACH OTHER?
Foto: Bibid Hriday

Adalah residensi berbasis pertukaran studio. Studio di sini diartikan sebagai “ruang kerja” seniman yang tidak harus sekedar ruang studio fisik, namun juga mencakup konteks holistik yang mempengaruhi tubuh koreografer yang bisa jadi membangun pula koreografinya. Residensi ini memilih dua seniman yang kemudian dipertemukan. Dalam prosesnya, kedua seniman memiliki keleluasaan untuk menemukan cara saling memperkenalkan konteks tubuhnya masing-masing. Proses ini dijalani seorganik mungkin, dengan harapan keterhubungan yang dibangun di antara seniman akan lebih berkelanjutan, melampaui karya.

Program ini merupakan kolaborasi bersama:
Paradance Platform, Dance Box NPO, dan The Japan Foundation Jakarta

Serta dikerjakan bersama keluarga dan teman-teman kami:

 

 

Adisukma Inisiatif, Balai Budaya Minomartani, Gelaran.id, Penerbit Garudhawaca, MataAir Group, dan Gilig Production.

 

20230209220506 | RESIDENSI SENIMAN: HOW DO WE UNDERSTAND EACH OTHER?
Foto: Tomomi Yokosuka

Profil Seniman

Ayaka Nakama, Kelahiran 1992, Ayaka Nakama adalah penari berbasis di Kobe, Jepang. Dia menjalani pendidikannya di Rambert School of Ballet and Contemporary Dance di London sebelum menjadi bagian dari dB (Dance Box) Academy di Kobe dan menjadi associate artist dari Dance Box sejak 2018-2020 . Dia sebelumnya pernah bekerja dengan Mika Kurosawa, Toshiki Okada (Chelfitsch) dan Contact Gonzo, serta beberapa lainnya. Pada 2019, karyanya yang berjudul Freeway Dance pertama kali ditampilkan di Dance ArtTheater dB Kobe yang kemudian dipresentasikan di TPAM (Performing Arts Meeting in Yokohama) 2020, Kyoto Experiment 2021 Spring, Kustenfestivaldesarts (2021), Berliner Festspiele (2021), dan Centre Pompidou (2021). Sejak 2022 ia sedang berproses dalam Saison Fellow I. Ayaka mencoba mempertanyakan fenomena yang diyakini sebagai tari melalui pertanyaan tentang bagaimana tubuh dikoreografikan oleh seseorang atau sesuatu.

Ayu Permata Sari, perempuan Muslim kelahiran Kotabumi, Lampung Utara yang tergabung ke dalam kelompok suku Pepadun, satu dari dua suku utama di Lampung. Mulai belajar menari sejak berusia delapan tahun dan tergabung sebagai anggota komunitas tari Cangget Budaya Lampung Utara hingga sekarang. Ayu mendalami tari di jurusan penciptaan tari ISI Yogyakarta hingga mendapatkan gelar master pada tahun 2016. Tahun 2016, Ayu mendirikan Ayu Permata Dance Project sebagai wadah untuk mendorong dirinya dan kolaboratornya dalam mengembangkan praktik kekaryaan. Pada 2017, Ayu terpilih untuk mengikuti residensi di Leuven dan Brussels (Belgia) sebagai bagian dari Monsson Europalia Festival. Salah satu karyanya berjudul Kami Bu-ta memenangkan penghargaan “Jasa Bakti” dari Asian Technology Festival di Johor, Malaysia, pada 2018. Setelah dipresentasikan di Kampana Indonesian Dance Festival tahun 2018, karyanya yang berjudul “TubuhDangTubuh Dut” sudah dipentaskan kembali di Singapura (2018), Malaysia (2018), dan Jerman (2019 dan 2022). Melalui platform 3Cs Karakoa Project (2020-2021), Ayu difasilitasi untuk berproses dengan karya berjudul “Load?” yang dipentaskan secara perdana di Zurcher Theater Spektakel, Switzerland. Tahun 2022 ia melakukan residensi online bersama Thinkers Residensi (Dance Nucleus, Singapore).

 

 

 

IMG 2760 | RESIDENSI SENIMAN: HOW DO WE UNDERSTAND EACH OTHER?
Foto: Bibid Hriday

Kedua seniman telah mulai difasilitasi untuk bertukar sejak Maret 2022 lalu melalui residensi daring. Ini dilanjutkan dengan Ayu dan Ayaka menghabiskan waktu dan berproses bersama untuk secara intim mengenal satu sama lain di Kobe dan sekitarnya, tempat dimana Ayaka tinggal dan bekerja selama ini. Sebaliknya, sejak tanggal 6 hingga 28 Februari 2023 Ayaka mengunjungi Ayu untuk kembali menghabiskan waktu bersama sembari memahami konteks Ayu di dua tempat yang sangat mempengaruhi tubuh Ayu, Lampung dan Yogyakarta, Indonesia.  
Di Indonesia mereka telah membagikan prosesnya kepada publik melalui Open Rehearsal di Studio Ayu Permata Dance Project, Kotabumi, Lampung Utara pada tanggal 18 Februari 2023, dan Presentasi Akhir di Balai Budaya Minomartani, Sleman, D.I. Yogyakarta pada 25 Februari 2023.

Baca juga...

Artikel Populer