Fery Alberto Lesar Paradance #menaridirumah

Menjaga Mental, Merawat Harapan, #menaridirumah

Sejak diumumkannya kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, secara signifikan masyarakat Indonesia mulai secara aktif menyebarkan berita, edukasi, hingga opini melalui media sosial. Dari hari ke hari lalu lintas penyebaran segala hal terkait Covid-19 semakin liar. Berita benar dan tidak benar hampir sulit untuk dipilah. Himbauan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk melakukan physical distancing (di awal disebut social distancing) sedikit banyak menyumbang peningkatan aktivitas masyarakat di media sosial. Memasuki minggu ketiga bulan Maret, melalui media sosial pula orang mulai mengeluhkan kondisi psikisnya. Kebanyakan dari mereka merasa selalu dalam ketakutan, panik, cemas akibat terlalu kewalahan menyerap semua informasi terkait Covid-19. Ini adalah imbas dari menyebarnya berita-berita buruk, dan berita dengan judul bombastis yang dibuat oleh media. Hal ini diperburuk dengan opini liar pengguna media sosial yang terkadang tidak didukung data yang valid.

Dari kondisi tersebut, Paradance Platform mencoba menyusun satu proyek bertajuk #menaridirumah. Proyek ini secara sederhana memang bertujuan untuk membanjiri media sosial dengan video latihan dari rumah oleh para koreografer/penari muda. Paradance Platform meminta para koreografer/penari muda Indonesia untuk mengunggah video berdurasi 1 menit melalui akun instagram mereka masing-masing. Unggahan tersebut diberi hastag #menaridirumah dan ditautkan ke akun instagram @paradancer. Selanjutnya akun @paradancer akan mengunggah ulang video beserta captionnya. Dalam satu hari ada 1 video yang diunggah ulang melalui instagram dan diteruskan ke halaman Facebook. Unggahan video-video tersebut harapannya dapat sedikit membantu menyegarkan feed media sosial, juga mengalihkan fokus pengguna internet, terutama para penari untuk sedikit demi sedikit kembali beraktivitas meskipun dalam kondisi yang tidak sama dengan sebelumnya. Sehingga bagi koreografer/penari sendiri, #menaridirumah dapat menjadi satu pintu sederhana untuk merawat harapan kolektif terhadap tari, memperluas pandangan tentang pergerakan tari itu sendiri, memperluas perspektif tentang keterbatasan, dan menstimulus masing-masing koreografer/penari untuk melihat kesempatan-kesempatan kecil dalam setiap momentum.

Yussi Kencus Paradance #menaridirumah
Penari: Yussi Kencus, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia

TERTARIK BERGABUNG #menaridirumah?

#menaridirumah pertama diunggah pada 20 Maret 2020. Secara umum, unggahan video berlatar ruang di dalam/di sekitar rumah, tidak ditata secara artistik, tanpa kostum pertunjukan, dan cenderung menampilkan “bare” body. Namun hal ini justru membuat video para koreografer/penari muda ini menjadi menarik untuk diamati. Kekayaan memori  dan perbedaan dari masing-masing tubuh serta responnya terhadap ruang menjadi penting untuk direkam dan diarsipkan. Ini dapat menjadi simpanan data bagi pemetaan program-program Paradance Platform selanjutnya. Untuk publik, kekayaan dan diferensiasi ini juga dapat menjadi poin dalam mengapresiasi unggahan video koreografer/penari muda ini.

Sampai artikel ini diunggah sudah lebih dari 30 koreografer/penari menautkan videonya, dan 22 diantaranya telah diunggah ulang oleh akun @paradancer. Pergerakan ini masih akan terus dijalankan hingga waktu yang belum ditentukan. Bagi para koreografer/penari muda yang ingin ikut serta dapat melakukan langkah-langkah seperti yang telah dijelaskan di atas, secara singkat dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Unggah video latihan tari di rumah melalui instagram dan ditautkan ke instagram @paradancer dengan menuliskan hastag #menaridirumah, bisa dengan musik maupun tanpa musik.
  2. Jika menggunakan musik dengan hak cipta mohon menuliskan judul musik, penyanyi, pencipta dalam caption.
  3. Beri caption mengenai mimpi-mimpimu di dunia tari
  4. Tuliskan nama dan asal daerahmu dalam caption
  5. Jika @paradancer sudah like videomu tandanya kami sudah melihat videomu dan siap mengunggah berdasarkan urutan dari semua orang yang menautkan videonya.
  6. Selain di instagram, kami akan mengunggah video kalian di halaman Facebook Paradancer

Art should comfort the disturbed and disturb the comfortable.

(Banksy)
Athanasios Yanuari C Paradance #menaridirumah
Penari: Athanasios Yanuari C, Yogyakarta, Indonesia

Baca juga...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *